Senin, 30 Juni 2008

puisi setitik embun

Setitik embun jatuh kebumi
Memberi kesejukan dalam hati
Saat ku jatuh terhimpit bumi
Kau hadir menemani
Saat kuterluka kau mengobati
Senyummu lewati hari ku sepi
Tawamu buat aku merindui
Cintamu buat ku bersemi

Jalan ku hampa terlawati
Hadirmu selalu kunanti
Belainmu dihari nanti kunanti
Setangkai melati kuberi

Dengan cintamu aku ada
Dengan senyum mu duniaku bahagia
Langkahmu menuju cinta aku ada
Beriringan langkah kita

Sepasang merpati terbang tinngi
Dilepas lewati batas hari
Bermanja dengan hari di lewati
Gembira menanti mati

Sebuah taman bunga berbentuk cinta
Dihiasi dengan kupu2 cinta
Bidadari asyik bercanda ria
Kita tersenyum melihatnya bahagia

Detik demi detik kunanti
Hari demi hari kunanti
Minggu ke minggu kunanti
Samapi nanti samapai mati kutunngu dirimu hati

Bola matamu menyinari sudut hati
Dulu yang gelap sekarang terang
Dulunya hampa sekarang ada
Kini cintamu membawa bahagia

Cahaya bulan dan bintang
Mengajak ku main ditaman
Sayang sungguh sayang
Kau tak datang bersama awan

Kulihat dilangit luas pandangan
Bintang tersusun rapi milik-Mu
Cahaya saling berkejaran
Kuminta satu permintaan, satukan cinta qu
Ditembok yang usang berantakan
Sekelompok anak kecoa berkelahi
Merebutkan makanan ringan
Apakah ini mimpi?

Didanau yang luas indah mempesona
Sepasang dewa dewi di perahu dengan canda
Menghayunkan dayung mengelilingi bahagia
Bercerita tentang cinta dan kasih sayang
Diepaskannya sepasang kura-kura
Tersenyum bahagia melihatnya
Dewi tersenyum melihat dewanya
Mengapa ia Bisa bahagia didekatnya?
Dewa menangis dewi bahagia
Tersenyum meneteskan air mata
Mereka bahagia melewati masa muda
Mereka bahagia karena cinta
Dewa berjanaji hidup semati
Dewi menangis mendengarnya
Terukir sebuah prasasti cinta dihatinya
Hidup abadi untuk slmanya!!!

Tidak ada komentar: